Text
Catatan Najwa
Tayangan Najwa Shihab mewawancarai Novel Baswedan -penyidik KPK yang disiram air keras beberapa waktu lalu- rupanya menjadi episode terakhir dari program talkshow Mata Najwa. Banyak desas-desus terkait program yang sudah berumur 7 tahun itu tiba-tiba harus berhenti tayang. Ah, apapun desas-desus itu, melalui Mata Najwa banyak mata orang terbuka untuk setiap issue yang dibahas oleh Najwa Shihab. Dunia politik yang terasa berat disajikan secara ringan tetapi bernas. Penontonnya tak hanya berasal dari orang-orang politik tetapi rakyat biasa dari berbagai kalangan.
Bahkan, Mata Najwa telah bertumbuh menjadi sebuah komunitas. Seperti yang saya kutip dari kata pengantar berikut ini :
Mata Najwa perlahan-lahan membesar menjadi sebuah komunitas. Ada inisiatif, solidaritas dan kesetiaan untuk memasarkan ide-ide yang dibahas dalam Mata Najwa.
Di Jember penonton (offair} kami mencapai 35 ribu orang. Di Stadion Brantas Batu hadir 25 ribu orang. Di alun-alun Purwokerto, talkshow kami dihadiri 23 ribuan orang termasuk para kakek-nenek dari lapisan rakyat biasa. Pada suatu talkshow di Parkir Timur Senayan, yang hadir 11 ribuan orang dari kelas menengah wangi.
Najwa Shihab tak hanya piawai memandu sebuah acara, ia pun membingkai beberapa episode Mata Najwa ke dalam buku berjudul Catatan Najwa.
Tidak tersedia versi lain