uatu saat, Hana ditimpa banyak masalah. Ia frustrasi. Namun, ada suara tak bersosok yang senantiasa menghibur dan memotivasinya. Hanya suara itu yang membuat Hana dapat bangkit dari keterpurukan. Suara itu muncul dari pikiran Hana. Ia setia menemani saat Hana membutuhkannya. “Bagaimana bisa? Kamu adalah aku, dan apakah itu berarti aku adalah kamu? Kamu hidup di dalam diriku dan mempengaruh…